News

Akibat COVID-19, 100 Ribu Warga Banten Jadi Pengangguran

Serang, – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 100 ribu warga Banten menganggur akibat terdampak COVID-19. Sementara, komponen penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 sebanyak 829 ribu orang.

“Kalau penduduk usia kerna yang terdampak COVID-19 pada Februari 2021 sebanyak 1,85 juta orang,” kata Kepala Provinsi Banten Adhi Wiriana melalui pers rilis, Rabu (5/5/2021).

Pada Februari 2021, BPS menyampaikan bahwa angka pengangguran terbuka Banten 9,01 persen atau sebanding dengan sebanyak 563 ribu orang. Saat ini, Provinsi Banten menduduki tingkat pengangguran tertinggi kedua di Indonesia.

Peringkat pertama tingkat pengangguran terbuka yang pada 2020 diduduki Banten kini didapuk Kepulauan Riau sebesar Rp10,12 persen.

“Posisi kedua diduduki oleh Jawa Barat dengan angka pengangguran 8,92 persen,”

Kendati demikian, jumlah angkatan kerja pada Februari 201 di Banten sebanyak 6,25 juta orang, naik 37 ribu orang dibanding Agustus 2020 sejalan dengan jumlah angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja juga turun sebesar 0,20 persen poin.

Sementara, penduduk yang bekerja sebanyak 5,69 juta orang, meningkat
sebanyak 134,74 ribu orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan
yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah pertanian 2,19 persen. Lalu sektor yang mengalami penurunan
terbesar yaitu transportasi dan Pergudangan 1,22 persen persen.

“Sebanyak 2,87 juta orang (50,49 persen) bekerja pada kegiatan
informal, naik 1,32 persen poin dibanding Agustus 2020,” katanya.

Persentase pekerja setengah penganggur naik sebesar 1,25 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar
0,67 persen poin dibandingkan Agustus 2020.”Terdapat 998,4 ribu orang (10,36 persen penduduk),” katanya.

Tingkat pengangguran terbuka menurut kategori pendidikan mempunyai pola yang sama baik pada Februari 2021 dan Agustus 2020, dan Februari 2020. Pada Februari 2021, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 14,84 persen.

“Sedangkan TPT yang paling rendah adalah mereka dengan
pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 5,05 persen,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *