HeadlineNews

Subadri Hadapi Warga Lingkungan Kelebut Yg Tolak Ambulan Bawa Jenazah Covid19

SERANG – Warga Lingkungan Kelebut, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang tolak ambulan membawa jenazah covid19 warga komplek Kelapa Gading, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, sekitar pukul 19.45 WIB, Sabtu (24/7/2021) malam.

Pantauan di lokasi, ambulan membawa jenazah covid19 hendak memakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) warga komplek kelapa gading, yang melintasi lingkungan warga Kelebut, sempat dilarang membawa jenazah.

Cekcok antar warga pun sempat terjadi, karena warga ketakutan jenazah menularkan virus covid19 kepada warga sekitar.”Warga ketakutan karena TPU komplek kelapa gading berdampingan dengan punya warga, jadi jenazah melewati,” kata Aslah RT lingkungan Kelebut.

Namun, setelah dilakukan mediasi oleh pihak TNI Polri serta Pemkot Serang, warga akhirnya menerima dan ambulan membawa jenazah covid19 dibolehkan melintasi.”Tadi sudah dimediasi oleh pak Wakil Wali Kota Serang Subadri kesini, sama pak kapolsek dan Danramil juga, sudah dijelaskan soal proses pemkamannya jenazah covid19,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin ditemui dilokasi, menjekaskan bahwa warga hanya ketakutan karena jenazah melintasi lingkungan warga.”Karena pemakamannya lewat perkampungan warga bukan dilarang dikuburnya, masyarakat paham, cuma ambulan yg melewati kampung ini akan bahaya buat masyarakat itu warga takut tertular,” kata Subadri.

Setelah dimediasi, kata Subadri, warga menerima dan jenazah sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan.”Alhamdulillah sudah terima sudah saling mengerti dan Alhamdulillah jenazah sudah dikuburkan dengan protokol kesehatan. Kalau cekcok engga ada pertanyaan dari masyarakat sejauh mana bahaya ketika jenazah covid19 di makamkan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan kepada warga terkait prosesi pemakaman jenazah covid19, baik protokol kesehatannya maupun dampaknya.”Tadi sudah musyawarah tidak terjadi hal yg menimbulkan fitnah kedua belah pihak juga sudah memahami. Ini rasa ketakutan warga yg tinggi terus ada sebagian masyarakat yg beda pendapat khawatir takut ambulance lewat tertular masyarakat,” tegasnya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *