Miris, Kamar Mess Petugas Medis RSUD Banten Hanya Disediakan Kasur Lantai
SERANG – Kondisi fasilitas tempat karantina atau mess petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten sangat memprihatiankan. Pasalnya, tempat yang diklam Pemerintah Provinsi Banten seperti layaknya hotel bintang lima nyatanya jauh dari yang dikatakan.
Fasilitas kamar yang dikatakan setera bintang lima kenyataannya itu hanya disediakan kasur yang diletakan di atas lantai.
Tidak hanya itu, dari delapan kamar yang ada, mayoritas kamar diisi oleh lebih dari delapan orang dengan posisi berdesak-desakan tanpa memperhatiakan faktor social distancing. Bahkan ada satu kamar besar diisi oleh 24 orang sekaligus.
“Ini yang saya soroti. Tempat tidur. Kondisinya jauh dari standar COVID-19. Mereka tidur ditumpuk, tanpa jarak,” kata anggota komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan usai sidang mess tenaga medis, Rabu (1/4) malam
Fitron mengatakan, kondisi para tenaga medis ini sangat riskan. Jika satu saja terpapar, maka semua akan ikut terpapar juga. Apalagi kalau jarak antar kasur tempat tidurnya sangat dekat, bahkan berdempetan. Sangat jauh dari standar penanganan COVID-19 yang disampaikan oleh pemerintah pusat.
“Untuk itu ini dari sekarang harus disikapi, mumpung mereka masih dalam kondisi aman. Pemprov harus memperhatikan dan mengubah tempat tidur agar sesuai standar Covid-19. Ini sangat berbahaya. Harus segera diperbaiki. Jangan berkerumun seperti itu,” tegasnya.
Politisi Golkar ini menambahkan, jika memang kapasitasnya tidak muat, jangan dipaksakan. Pemprov harus mencari lokasi lain yang layak untuk dijadikan tempat karantian seperti bekerjasama dengan hotel-hotel yang disekitar lokasi RSUD Banten. Mumpung harga kamar low season, tidak banyak orang yang tidur di hotel.
“Di Tangerang kan ada hotel paket isolasi. Ini bisa dicontoh oleh Pemprov. Jangan dipaksakan ditumpuk di sini, ngampar,” tegasnya.
Penulis -WR

