HeadlineNews

Warga Serang Tumpahkan Sampah Tangsel ke Kantor Kelurahan Dan Kecamatan

Serang, – Ratusan warga Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang menghadang puluhan truk sampah dari Tangerang Selatan yang melintas hendak membuang sampah TPSA Cilowong.

Warga mengaku kesal Pemakot Serang mengizinkan pengiriman sampah tanpa ada persetujuan dengan warga ditengah penyetopan sementara. Terlebih, mediasi antara Pemkot Serang dengan warga Cilowong masih berlangsung.

Mereka meluapkan kekesalannya dengan menggiring truk sampah Tangsel tersebut ke Kantor Kecamatan dan Kelurahan Cilowong, Rabu (27/10/2021). Bahkan sampah yang diangkut truk ditumpahkan di halaman kantor. Ini adalah bentuk kekesalan warga terhadap kebijakan Pemkot Serang.

Dari sekitar 16 truk yang mengangkut sampah Tangsel, sebanyak 10 truk diputarbalikan dan 6 truk di ditumpahkan ke halaman kantor Kelurahan Cilowong dan Kecamatan Taktakan.

Berdasarkan pantauan wartawan, sampah yang dikirim dari Tangsel tersebut merupakan sampah lama dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

“Ini semua suara masyarakat sudah bulat sekarang tidak mau janji wali kota yang mancla mencle. Jadi kita intinya tolak sampah Tangsel,” tutur salah satu warga Edi Santoso kepada wartawan.

Dia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin lagi berkompromi dengan Pemkot Serang dan sudah bulat menolak pengiriman sampah Tangsel. Masyarakat pun tidak akan menghadiri undangan mediasi dengan Wali Kota Serang Syafrudin yang rencananya digelar hari ini.

“Sudah tidak lagi kompromi, sudah tidak mau lagi ngomong kompensasi. Tolong Pemkot serang untuk membatalkan kerjasama dengan sampah tangsel

Sementara, Uyung Ketua RT Jakung Tengah, Kelurahan Cilowong mengatakan, pasca pertemuan dengan Wali Kota Serang pada Senin (25/10/2021), dia dan puluhan RT lainnya diundang oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang.

Disana mereka diminta tanda tangan paksa untuk menyetujui kerjasama pengolahan sampah antara Kota Serang-Tangsel. Upaya tersebut, menurutnya merupakan langkah niatan buruk Pemkot Serang ditengah mediasi.

“Tapi kami menolak tidak mau ada mou dengan kota dan Tangsel,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *