Motif 2 Prajurit TNI Cs Aniaya Pemuda di Serang Hingga Tewas
Serang, – Kasatreskrim Polresta Serang Kota Kompol Salahudin mengungkap motif dua prajurit TNI melakukan pengeroyokan terhadap Fahrul Abdilah (29) hingga tewas hanya dipicu gara-gara masalah sepele.
Korban Fahrul mengalami tindakan penganiayaan oleh empat tersangka, saat mencoba melerai pertengkaran antara para tersangka dengan teman korban.
“Peristiwa diduga karena kesalahpahaman saat berkendara dari arah Lampu Merah Pisang Mas menuju arah Bank BJB. Setibanya di depan Bank BJB terjadi pertengkaran, mobil yang dikendarai para pelaku dengan teman korban. Dan korban yang coba melerai pertengkaran justru jadi sasaran kekerasan,” kata Salahudin dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025) malam.
Salahudin mengatakan, keempat tersangka sempat melakukan pemukulan ke arah kepala dan tubuh korban hingga tak sadarkan diri. Bahkan teman-teman korban yang berada di lokasi tak luput dari sasaran amukan para tersangka.
“Tersangka berinisial MS (24) dan tersangka JH (34) bersama dua rekannya oknum TNI memukul kepala dan tubuh korban, serta memukul teman-teman korban hingga korban luka parah,” katanya.
Kendati demikian, Salahudin mengaku masih melakukan pendalaman terkait kesalah pahaman yang terjadi antara para tersangka dengan teman korban sehingga membuat para tersangka nekat melakukan penganiayaan secara sadis.
“Motif kesalah pahaman masih terus didalami apa penyebabnya sehingga sampai terjadi pertengkaran dan berujung penganiayaan,” katanya.
Saat ini, kata dia, kasus pengeroyokan berujung meninggalnya Fahrul Abdilah telah ditangani oleh Polresta Serang Kota untuk 2 tersangka warga sipil, sementara 2 tersangka oknum TNI ditangai oleh Denpom Serang.
“Kasus ini tersangka berjumlah 4 orang, dua oknum TNI sudah diamankan di Denpom Serang. Sedangkan 2 tersangka diserahkan ke kami untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.
Saat ini, kedua tersangka MS (24) dan JH (34) telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolresta Serang Kota guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun.
Penulis:WR

