Miris, Gadis Difabel di Serang Dicabuli 4 Pria Yang Tengah Mabuk
Serang, – Miris, seorang gadis penyandang keterbelakangan mental atau disabilitas di Kabupaten Serang dicabuli oleh empat pria yang tengah mabuk minun-minuman keras.
Empat pelaku berinisial TRS (27), MA (36), RO (32) dan SU (31) warga Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten telah diamankan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang.
“Keempat tersangka berhasil diamankan petugas Unit PPA kemarin malam di dua lokasi berbeda,” kata Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, Jumat (11/7/2025).
Kapolres menjelaskan peristiwa dugaan tindak pidana pencabulan ini terjadi pada Selasa, 20 Mei 2025 kemarin di rumah salah seorang tersangka. Korban dan para tersangka, kata Kapolres, tinggal masih satu kampung.
“Antara korban dan tersangka tinggal satu kampung, bahkan dengan salah satu pelaku bertetangga,” katanya.
Awal kejadian, lanjut Condro, keempat tersangka sedang pesta minuman keras di ruang tamu. Kemudian datanglah korban yang memiliki keterbelakangan mental hendak ke ruang dapur mengambil es batu dalam kulkas.
Pada saat korban akan ke ruang dapur, salah satu pelaku menarik tangan dan mendorong korban hingga terpojok, lalu mencabuli korban secara bergantian.
“Ketika pelaku terakhir sedang mencabuli korban, dilihat oleh teman korban yang menunggu di luar rumah. Nah, setelah itu teman yang melihat mengadukan kejadian tersebut kepada orang tua korban,” katanya.
Setelah mendapat laporan, pihak keluarga korban kemudian melapor ke Mapolres Serang. Berbekal barang bukti dan alat bukti, personil Unit PPA segera melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan keempat pelaku.
“Dua pelaku diamankan saat nongkrong di depan bengkel, sedangkan dua pelaku lainnya yang merupakan buruh pabrik diamankan di tempatnya bekerja,” katanya.
Atas perbuatannya, keempatnya dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak telah diperbaharui oleh Pasal 82 ayat (1) UU 17/2016, dengan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Penulis:WR

