Inovasi Digital di Dunia Kuliner: Mahasiswi Unpam Merancang Sistem Manajemen Gudang Berbasis Website untuk Warung Nasi di Serang
Inovasi digital terus digaungkan oleh generasi muda, salah satunya datang dari Indit Maharani, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang. Dalam kegiatan Kerja Praktik (KP) yang berlangsung pada maret 2025, Indit berhasil merancang dan mengembangkan sistem informasi manajemen gudang berbasis website untuk Warung Nasi Gabruk Sari Boboko—sebuah UMKM kuliner khas Sunda dan seafood yang berlokasi di Jl. KH. Amin Jasuta No.30, Kota Serang, Banten.

Selama kegiatan KP, Indit menerapkan metode Waterfall dalam proses pengembangan sistem. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan antarmuka, hingga tahap implementasi dan pengujian. Sistem yang dikembangkan secara khusus bertujuan untuk menggantikan pencatatan manual yang selama ini masih dilakukan menggunakan buku tulis.
Dengan sistem ini, admin gudang dapat:
– Mencatat barang masuk dan keluar secara digital
– Mengelola data barang berdasarkan kategori
– Menghitung stok barang secara otomatis dan real-time
– Mengakses laporan stok harian, mingguan, hingga bulanan
– Menjaga keamanan data dengan sistem login
Sebelumnya, pencatatan stok barang di warung ini masih dilakukan secara manual, yang kerap menimbulkan masalah seperti kehilangan data, keterlambatan laporan, dan ketidaksesuaian stok aktual dengan catatan. Sistem baru ini diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan lebih efisien, cepat, dan akurat.
“Melalui sistem ini, semua pencatatan menjadi otomatis. Proses pelacakan stok bisa dilakukan kapan saja tanpa harus membuka catatan manual,” jelas Indit dalam laporan kerjanya.

Warung Nasi Gabruk Sari Boboko sendiri merupakan usaha yang berdiri sejak tahun 2003. Meskipun termasuk dalam kategori UMKM, warung ini memiliki alur pergudangan yang cukup aktif, mulai dari pengadaan bahan baku harian, proses distribusi ke dapur, hingga penghitungan stok mingguan. Digitalisasi sistem gudang menjadi kebutuhan mendesak seiring bertambahnya skala operasional dan permintaan konsumen.
Dosen pembimbing KP, Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom., menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja mahasiswinya. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi nyata yang aplikatif untuk pelaku UMKM.
“Ini bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam proses digitalisasi UMKM. Mereka turun langsung ke lapangan dan memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha,” ujarnya.
Sistem informasi gudang ini menjadi contoh konkret bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan sektor UMKM dapat menghasilkan inovasi digital yang relevan dan berdaya guna, terutama di tengah tuntutan efisiensi dan adaptasi teknologi di era modern.

