Chengda Sewa Lahan PCM, Pemkot Cilegon Dorong Investasi Berkelanjutan
CILEGON — PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menyewakan lahan seluas 4 hektare kepada perusahaan rekayasa dan konstruksi asal Tiongkok, China Chengda Engineering Co., Ltd. Nilai kontrak mencapai Rp4,2 miliar untuk masa sewa enam bulan.
Kesepakatan tersebut diteken di rumah dinas Wali Kota Cilegon pada Senin, 13 April 2026.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan lahan itu akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan material proyek yang tengah dikerjakan Chengda.
“Perusahaan membutuhkan lahan sekitar 4 hektare untuk mendukung aktivitas konstruksi selama enam bulan,” kata Robinsar.
Ia menjelaskan, tarif sewa ditetapkan sekitar Rp17 ribu per meter persegi di luar pajak, atau mendekati Rp20 ribu setelah PPN. Total nilai kontrak pun mencapai Rp4,2 miliar.
Menurut dia, langkah ini menjadi bagian dari upaya transparansi sekaligus optimalisasi aset daerah yang sebelumnya belum dimanfaatkan.
“Ke depan, siapa pun investor bisa memanfaatkan lahan ini selama mengikuti harga appraisal dari KJPP,” ujar Robinsar.
Kerja sama berlaku mulai 13 April 2026. Dalam waktu dekat, penyewa akan memulai tahap persiapan, termasuk pematangan lahan dan pemasangan pagar pembatas.
Direktur Utama PCM, Muhammad Willy, mengatakan kerja sama ini bukan yang pertama. Perusahaan, kata dia, terus mendorong pemanfaatan aset dengan nilai sewa kompetitif.
Ia mengklaim tarif dalam kontrak kali ini bahkan berada di atas harga pasar kawasan industri, mendekati dua kali nilai appraisal.
“Kami tidak ingin berada di bawah harga pasar,” kata Willy.
PCM juga membuka peluang perluasan kerja sama, baik dari sisi luas lahan maupun durasi sewa, menyesuaikan kebutuhan proyek Chengda yang ditargetkan rampung pada awal 2027.
Material yang disimpan di lokasi tersebut berupa peralatan dan bahan penunjang pembangunan pabrik. Willy memastikan aspek keamanan dan lingkungan tetap menjadi perhatian.
“Area akan dibatasi pagar agar aktivitas tetap terkendali,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cilegon berharap kerja sama ini menjadi pintu masuk investasi yang lebih besar dan berkelanjutan, termasuk percepatan pembangunan kawasan pelabuhan di wilayah tersebut.
Editor:GBK

