Bukan Hanya Orang Tua, Ini Alasan Usia Produktif Rentan Alami Nyeri Sendi
CILEGON — Masalah tulang dan sendi tidak selalu identik dengan usia lanjut. Keluhan seperti nyeri punggung, sakit pinggang, nyeri lutut hingga pegal pada leher juga dapat dialami masyarakat usia produktif, terutama akibat kebiasaan dan aktivitas sehari-hari.
Spesialis Ortopedi Eka Hospital Cilegon, dr. Maulana Hasymi Hutabarat, Sp.OT, mengatakan kesehatan tulang dan sendi perlu diperhatikan sejak usia muda. Aktivitas yang dilakukan terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi tubuh dapat memicu berbagai keluhan muskuloskeletal.
“Keluhan seperti nyeri punggung, nyeri lutut, pegal pada leher, hingga nyeri pada sendi dapat dialami sejak usia produktif,” ujar dr. Maulana.
Menurutnya, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada tulang dan sendi. Di antaranya terlalu lama duduk, kurang bergerak, aktivitas fisik berlebihan, postur tubuh yang kurang baik, hingga cedera saat berolahraga.
Salah satu keluhan yang cukup sering terjadi adalah nyeri punggung atau pinggang. Keluhan tersebut kerap dianggap sebagai hal biasa setelah bekerja atau beraktivitas dalam waktu lama. Namun, kondisi ini perlu mendapat perhatian apabila berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas.
“Kalau nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan dan perlu dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Hal serupa juga berlaku pada nyeri lutut. Tidak semua nyeri lutut menunjukkan gangguan serius. Namun, apabila keluhan muncul berulang kali atau disertai keterbatasan gerak, masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal.
Untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi, dr. Maulana menyarankan masyarakat tetap aktif bergerak dan menghindari posisi tubuh yang sama dalam waktu terlalu lama.
“Penting untuk tetap aktif bergerak dan memperhatikan postur tubuh saat bekerja, duduk maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Jangan berada dalam satu posisi terlalu lama, berikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak secara berkala,” katanya.
Olahraga juga tetap dianjurkan karena memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, aktivitas olahraga perlu dilakukan secara tepat dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing.
Pemanasan sebelum berolahraga, menerapkan teknik yang benar, serta mengatur jenis dan intensitas latihan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko cedera.
Selain aktivitas fisik, pola hidup sehat juga berperan dalam menjaga kondisi tulang dan sendi. Asupan nutrisi yang baik, istirahat cukup dan kebiasaan hidup sehat dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Masyarakat juga diminta mengenali sejumlah tanda yang perlu segera diperiksakan, seperti nyeri yang menetap atau berulang, keterbatasan gerak, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, maupun keluhan yang muncul setelah mengalami cedera.
“Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai,” tutur dr. Maulana.
Ia menegaskan, menjaga kesehatan tulang dan sendi bukanlah sesuatu yang baru dilakukan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Kebiasaan tersebut justru perlu dibangun sejak usia produktif agar kemampuan tubuh untuk bergerak dan beraktivitas dapat tetap terjaga.
dr. Maulana Hasymi Hutabarat, Sp.OT kini hadir di Eka Hospital Cilegon untuk memberikan konsultasi dan penanganan terhadap berbagai permasalahan tulang, sendi, serta cedera muskuloskeletal.
Editor :GBK

