HeadlineNews

Penantian Berakhir, Keluarga Surakman Pilih Ikhlas

Pandeglang, – Keluarga Surakman, awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang bersama lima jurnalis di perairan Selat Sunda, akhirnya mendapat kepastian. Hasil tes DNA memastikan jenazah yang ditemukan di wilayah Enggano, Bengkulu, merupakan Surakman.

Kepastian tersebut disambut haru oleh keluarga. Putra Surakman, Yayat Suryadi, mengatakan keluarganya sebenarnya sangat sedih karena sang ayah ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Namun, hasil tes DNA membuat keluarga tidak lagi berada dalam penantian dan ketidakpastian sejak Surakman dinyatakan hilang pada 7 September 2026.

“Kami keluarga sudah mengikhlaskan, karena ini memang sudah takdir. Meskipun kami juga sebenarnya sedih, karena almarhum Surakman ditemukan sudah meninggal dunia,” kata Yayat Suryadi di rumah duka, Kamis (24/9/2026).

Yayat mengungkapkan, sebelumnya dirinya sempat menanyakan langsung kepada polisi mengenai jenazah yang ditemukan di wilayah Enggano.
Saat itu, polisi menyebut terdapat sejumlah ciri yang identik dengan Surakman. Salah satunya pakaian berupa celana yang dikenakan jenazah.
Meski demikian, keluarga tetap harus menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas jenazah secara medis.

“Memang sebelumnya saya sudah sempat bertanya ke polisi, apakah jenazah yang di Enggano adalah kru kapal Arupadhatu 1. Kata polisi, kalau dari celana yang digunakan memang identik, tapi harus menunggu kepastian tes DNA,” ujar Yayat.

Penantian keluarga akhirnya terjawab setelah hasil pemeriksaan DNA keluar.
Yayat mengatakan hasil tersebut memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di sekitar Pulau Enggano merupakan ayahnya, Surakman.

Bagi keluarga, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak Surakman dinyatakan hilang.
Kesedihan tetap dirasakan, tetapi keluarga kini dapat memberikan penghormatan terakhir dan mengantarkan Surakman untuk dimakamkan.

Surakman diketahui merupakan warga Kampung Pagedongan, Desa Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Alhamdulillah dari hasil tes DNA memang benar adalah itu orang tua saya,” tutur Yayat, anak Surakman.

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di atas kapal Arupadhatu 1 ketika kapal tersebut hilang kontak dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Setelah pencarian dilakukan selama beberapa hari di perairan Selat Sunda, jenazah yang diduga Surakman ditemukan di wilayah perairan Bengkulu, sekitar Pulau Enggano.

Identitas jenazah kemudian dipastikan melalui pemeriksaan DNA dengan keluarga.

 

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *