Headline

35 Ton Sampah Direduksi, Program KOLASE Cilegon Libatkan 38 Ribu Siswa

CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular atau KOLASE.

Program KOLASE Batch ke-3 kali ini digelar di SDN Sumampir, Kota Cilegon, Rabu (19/8/2026), dengan melibatkan pemerintah, sekolah, bank sampah, pegiat lingkungan, dunia industri, serta para siswa.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran memilah dan mengelola sampah sejak usia dini.

“Tujuan utamanya adalah edukasi, bagaimana pengelolaan sampah ini membutuhkan kesadaran,” ujar Robinsar.

Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan di tempat pemrosesan akhir. Pengelolaan harus dimulai dari sumber dengan membiasakan masyarakat memilah sampah.

“Tidak bisa hanya dikelola di TPSA, tetapi bagaimana sampah ini harus terpilah dan pengelolaannya dimulai dari hulunya. Karena itu, kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita,” katanya.

Robinsar menyebut, Program KOLASE tidak hanya mengejar jumlah sampah yang berhasil dikurangi, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda.

Program yang awalnya melibatkan lima sekolah tersebut kini terus diperluas. Pemerintah Kota Cilegon menargetkan program KOLASE dapat menjangkau hingga 100 sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, program tersebut juga melibatkan bank sampah dan masyarakat di sekitar sekolah.

“Ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat karena kami benar-benar melibatkan masyarakat lokal,” kata Sabri.

Hingga Batch ke-3, KOLASE telah menjangkau 60 sekolah. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 120 sekolah pada awal September 2026.

Selain berdampak terhadap lingkungan, sampah yang dikumpulkan dan dipilah juga memiliki nilai ekonomi. Hasil penjualan sampah dapat dimanfaatkan siswa untuk berbagai kegiatan sekolah.

“Bahkan ada yang disumbangkan untuk kebutuhan fasilitas sekolah,” ungkap Sabri.

Sabri menambahkan, program KOLASE sejauh ini telah berhasil mereduksi sekitar 35 ton sampah. Nilai tabungan sampah mencapai sekitar Rp58 juta dengan melibatkan 38 ribu siswa.

“Kami berharap ke depan, sesuai target yang diberikan oleh Pak Wali, seluruh sekolah yang ada di Kota Cilegon dapat diedukasi,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari PT Chandra Asri Pacific Tbk. Circular Economy and Partnership Section Manager Chandra Asri, Niko Setiabudi, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumber.

“Kunci utamanya ada di pemilahan,” ujar Niko.

Menurutnya, edukasi sejak sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru yang kemudian diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Harapannya, edukasi yang baik ini dapat menular hingga ke rumah sehingga masyarakat mulai memilah sampah dari sumbernya,” katanya.

Niko menegaskan, Chandra Asri siap mendukung kebijakan Pemkot Cilegon dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui Program KOLASE, Pemkot Cilegon mendorong pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Editor :GBk

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *